Pertempuran
Badar (bahasa Arab: غزوة بدر, ghazwāt badr), adalah
pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan
musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi
atau 17 Ramadan 2
Hijriah. Nabi bersama para sahabatnya keluar dari Madinah
pada tanggal 12 Ramadhan 2 Hijriah. Beliau tidak mewajibkan setiap kaum muslimin untuk
ambil bagian menuju Badar. Karena keberangkatan ini hanya bertujuan menyergap
kafilah Quraisy bukan untuk berperang. Hanya untuk menghadang kafilah yang
membawa 1000 onta, 50.000 dinar emas, dan hanya dijaga oleh 40 orang. Tentu
saja hal ini sebagai balasan dari perbuatan Quraisy yang telah merampas harta
mereka selama di Mekah. Namun sayang, rencana ini berhasil diketahui Abu
Sufyan. Ia pun mengubah rute kafilahnya.
Mengetahui pergerakan umat Islam dari Madinah, kaum Quraisy segera
menyiapkan pasukan besar untuk berperang. Mereka membawa 1300 pasukan. 600 di
antaranya pasukan berbaju besi. Dan 100 di antaranya penunggang kuda. Mereka
juga membawa onta dalam jumlah yang besar. Sementara kaum muslimin hanya
berjumlah 314 orang. Ada yang mengatakan 319 orang. 83 di antaranya adalah kaum
Muhajirin.
Nabi duduk khusyuk berdo’a kepada
Allah Swt, memohon pertolongan kepadanya. Beliau berdoa:
اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ
اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ
تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ
“Ya Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa yang telah
Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini,
maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim no
1763).
Nabi pun keluar dari tendanya, kemudian membacakan firman Allah ,
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.”
(QS:Al-Qamar | Ayat: 45).
Perang besar pertama ini pun dimenangkan oleh kaum muslimin. 70 orang-orang
musyrik tewas di medan Badar. Di antara mereka adalah tokoh-tokoh Quraisy.
Seperti: Abu Jahal, Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Umayyah bin Khalaf,
al-Ash bin Hisyam bin al-Mughirah. Dari pihak kaum muslimin, 14 orang wafat
diantaranya 6 orang Muhajirin dan 8 orang Anshar.
Kemenangan ini benar-benar berdampak positif terhadap kaum muslimin. Ini
merupakan ‘hadiah’ dari Allah atas kesabaran orang-orang yang beriman.
Orang-orang Arab pun segan terhadap negara Madinah. Sebagaimana juga
orang-orang Quraisy tidak bisa lagi meremehkan kaum muslimin.

No comments